Showing posts with label World of Islam. Show all posts
Showing posts with label World of Islam. Show all posts

24 January 2017

ARCHERY CLUB

Memanah saat ini menjadi olahraga yang sedang digandrungi, olahraga ini merupakan salah satu olahraga yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW, sebagaimana hadits Dari Abi Rafi’, dia bertanya,”Ya Rasulullah, apakah ada kewajiban atas kita terhadap anak kita, sebagaimana kewajiban anak kepada kita?”. Rasulullah SAW menjawab,”Ya, hak anak atas ayahnya adalah diajarkan membaca, berenang dan memanah”. (HR Bukhari Muslim). 
Dan memanah merupakan hiburan dan permainan yang disunnahkan sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidak ada hiburan kecuali dalam tiga hal; seorang laki-laki yang melatih kudanya, candaan seseorang terhadap isterinya, dan lemparan anak panahnya. Dan barangsiapa yang tidak memanah setelah ia mengetahui ilmunya karena tidak menyenanginya, maka sesungguhnya hal itu adalah kenikmatan yang ia kufuri.” (HR. Nasa’i – 3522) dan Dari Jabir bin Abdillah radhiyallahuanhu bahwa Rasulullah SAW bersabda,”Segala sesuatu yang di dalamnya tidak mengandung dzikrullah merupakan perbuatan sia-sia, senda gurau, dan permainan, kecuali empat (perkara), yaitu senda gurau suami dengan istrinya, melatih kuda, berlatih memanah, dan mengajarkan renang.” (HR. An-Nasa’i).
Dan saat ini banyak bermunculan klub-klub memanah atau Archery Club, salah satunya Saad Bin Abi Waqqosh Archery Club, club memanah yang didirikan oleh beberapa guru TPA di daerah Jakarta Barat ini, selain dibentuk dan dikembangkan untuk menghidupkan kembali olahraga sunnah, club memanah ini juga bertujuan agar masyarakat muslim memperoleh manfaat dari olahraga memanah, manfaat olahraga memanah antara lain yaitu : menjaga fleksibilitas otot jari tangan, lengan, hingga pundak, melatih keawasan atau ketajaman pandangan mata, dan melancarkan peredaran darah dalam tubuh. Selain itu juga bisa melatih konsentrasi dan fokus, menjaga kesabaran, juga membiasakan kita agar selalu berpikir positif.

Saad Bin Abi Waqqosh Archery Club
Archery Club yang biasa mengadakan pelatihan di Lapangan SMP Al-Isro, Komplek Masjid Raya Al-Isra, Jakarta Barat, memberilkan pelatihan memanah bagi anak-anak, komunitas remaja masjid, pemuda karang taruna, dan yayasan/perusahaan yang ingin mendapatkan pelatihan memanah. Biaya pelatihan cukup murah, Rp 50.000 per orang untuk 4 kali pertemuan. Di samping itu, Club memanah ini juga menyediakan alat-alat latihan memanah seperti Busur, Anak Panah, Target dan perlengkapan lainnya dengan harga yang cukup murah, karena alat-alat tersebut dibuat sendiri alias hand made.

Anak Panah hand made
Anak panah kualitas lokal dijual Rp 240.000 per lusin, atau Rp 20.000 per batang. Sedangkan anak panah kualitas impor dengan Speknya ujungnya besi, batang nya bambu petung, vanes bulu angsa, nock plastik fiber dijual Rp 540.000 per lusin, atau Rp 45.000 per batang.

Anak Panah Impor
Untuk busur dijual dengan kisaran harga Rp 200.000 sampai dengan Rp 400.000 sesuai dengan kualitas dan jenis bahan.

Busur Rp 200.000

Busur Rp 300.000

Busur Rp 400.000
Jika anda berminat untuk mengikuti pelatihan memanah, untuk anak-anak, remaja masjid, pemuda karang taruna, yayasan/perusahaan, atau berminat untuk membeli peralatan memanah dengan dengan harga terjangkau, sila hubungi Saudara Nano, Archery Club Saad Bin Abi Waqqosh, WA : 0815 7415 0702

19 August 2015

PARADE TAUHID, Sebuah Ungkapan Syukur dan Upaya Menyatukan Umat

[Ahad, 16 Agustus 2015] Ratusan ribu umat Islam dari seluruh penjuru Indonesia mengikuti Parade Tauhid Indonesia (PTI) yang diadakan untuk pertama kalinya di Jakarta.

Sekitar pukul 06.30 pagi massa dari berbagai elemen Umat Islam sudah mulai berdatangan dan berkumpul di Pintu 7 GBK Senayan, Jakarta.


Setelah itu ratusan ribu umat Islam ini melakukan long march mulai dari Pintu 7 Senayan, Jalan Jenderal Sudirman, Bundaran HI. 


Kibaran bendera merah putih mewarnai Parade Tauhid yang digelar dalam rangka peringatan 70 tahun kemerdekaan Indonesia. 

Di barisan depan long march Parade Tauhid tampak ustadz Muhammad Arifin Ilham, Habib Muhammad Rizieq Shihab, KH Abdur Rosyid Syafi'i, dai Papua Ustaz Fadlan Garamatan.
Parade Tauhid Indonesia ini merupakan sebuah ungkapan syukur atas kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia ke 70 dan sebuah upaya untuk menyatukan umat Islam di Indonesia.

Melihat antusiasme umat dan manfaat dan maslahatnya untuk umat Islam, rencananya Parade Tauhid Indonesia ini akan digelar setiap tahun, dan diagendakan sebagai acara silaturahmi dan upaya memperkuat ukhuwah umat Islam di Indonesia.

sumber : 

07 August 2015

MP3 JUZ 30 SYEIKH MISHARI RASYID AL-AFASY



Sheikh Mishary bin Rashid Al-Afasy Mishary Rashid Ghareeb atau Mohammed Rashed Al-Afasy adalah Qari Kuwait internasional, ia lahir di Kuwait pada 5 September 1976 (Minggu 11 Ramadhan 1396 H).

Ia belajar Quran di College of the Holly Quran dan Studi Islam di Universitas Islam Madinah (Kerajaan Arab Saudi), dalam spesialisasi 'sepuluh bacaan dan terjemahan Al-Qur'an ". Dia telah belajar qiro'ah Quran kepada Sheikh Ahmed Abdulaziz Al-Zaiat, Syekh Ibrahim Ali Shahata Al-Samanodei, dan Cheikh Abdurarea Radwan. Dia terkesan sejumlah ulama besar Quran.

Bagi sebagian masyarakat di Indonesia mungkin suara beliau sudah sering terdengar dan tak asing lagi. Suara lantunan beliau ketika membaca Al-Qur'an sangat merdu, dan terasa sekali beliau melantunkannya dengan penuh rasa takut kepada Allah, sehingga kita yang mendengar pun terasa hanyut dan bergetar hati kita.

Download MP3 Juz 30 Syeikh Mishary Rasyid Al Afasy



FILE CONTENT :




22 July 2015

Sepenggal Hikmah Dibalik Peristiwa Tolikara



Sumber Gambar : pkspiyungan.org

Pada saat sebagian umat muslim Indonesia tengah merayakan hari raya Idul Fithri 1436 H, tiba-tiba kita dikejutkan dengan tersiarnya khabar duka dimana saudara se-muslim kita dibelahan timur Indonesia di Kabupaten Tolikara yang mendapat perlakuan zalim dari sekelompok massa dari Gereja Injili Di Indonesia (GIDI) yang melempari mereka batu saat mereka tengah memulai aktifitas sholat Idul Fithri, bahkan tidak hanya melempari batu, sekelompok massa tersebut juga membakar masjid Baitul Muttaqin yang merupakan satu-satunya masjid di daerah Karubaga Kab.Tolikara dan berlanjut dengan membakar kios-kios dan rumah-rumah saudara se-muslim di Tolikara. Dari kejadian tersebut satu masjid, puluhan kios dan rumah terbakar, dan ratusan orang yang kebanyakan pendatang mengungsi ke Wamena.

Dari peristiwa tersebut, ramai komentar para tokoh/pejabat negara dan berita miring yang dihembuskan media mainstream yang selama ini sering menyudutkan umat islam, ada pejabat negara yang mengatakan bahwa kejadian Tolikara disebabkan oleh speaker link berita, ada pejabat negara yang mengatakan bahwa yang dibakar bukan musholla melainkan kios link berita , bahkan ada salah satu media mainstream yang mengganti judul beritanya untuk mengaburkan fakta yang terjadi : 

sumber : pkspiyungan.org

Namun dari banyaknya komentar miring dari berbagai tokoh dan media mainstream, alhamdulillah semua dapat dipatahkan dengan berita yang beredar dari saudara-saudara kita yang berasal dari social media, utamanya berita yang diperoleh dari saudara-saudara kita yang memang benar-benar ada di dekat TKP, seperti berita dari Twitter Ustadz Fadlan Gramatan @fadlannuuwaar, seorang da'i yang berda'wah di Papua, informasi dari Relawan Bulan Sabit Merah Wilayah Wamena @BsmiJayawijaya dan lain-lain.

Dari peristiwa Tolikara, ternyata dapatlah kita petik hikmah sebagai berikut :
  1. Umat Islam di Indonesia mengetahui, bahwa di belahan bumi cendrawasih, nun jauh terpencil di wilayah pegunungan tengah Papua, terdapat saudara muslim yang perlu juga diperhatikan;
  2. Umat Islam di Indonesia, sebagai mayoritas penduduk di Indonesia, sangat besar sifat toleransinya kepada umat yang lain, walaupun tersulut emosi atas kezaliman yang menimpa saudara muslim di Tolikara, namun umat Islam Indonesia lebih mengedepankan sikap toleransi dan menyerahkan sepenuhnya kepada pemerintah agar pelaku teror terhadap saudara muslim di Tolikara dihukum se-adil-adilnya;
  3. Banyak musuh-musuh Islam yang ingin memutarbalikan fakta yang menimpa umat Islam lewat corong-corong media mainstream, namun dapat dipatahkan berkat informasi masif dari social media yang dikelola oleh tokoh, ulama dan pejuang-pejuang social media Islam seperti pkspiyungan.org, dakwatuna.com, eramuslim.com dan lain-lain.
  4. Umat dan tokoh Islam bersatu membangun dan dan membantu saudara muslim di Tolikara

31 December 2008

Nahnu Jundullah (Kami Tentara Allah).....



Lihatlah Saudaraku....
Kami adalah Generasi Jundullah
Kami adalah generasi berjiwa Mujahadah
Yang selalu merindukan untuk menjadi Syuhada
Jangan Lihat kepal kecil jari-jari kami...
Tapi lihatlah semangat kami, jiwa Intifadhah kami
Karena hidup kami adalah Jihad,
Cita-cita tertinggi kami adalah syahid
Lihatlah saudaraku...
bahwa surga selalu mendamba dan merindu kedatangan jiwa-jiwa kami
dan kami pun rindu untuk mendapatkan tatapan ridho Rabb kami
Jangan bersedih melihat tetes darah yang tertumpah
tumpahan darah, tetesan keringat dan air mata
adalah saksi kesungguhan kami
untuk menjadi tentara Rabbani
La tahzanu Ya Ikhwati inni syahidun Li hayaati...

28 December 2008

Berita Duka dari Palestina

Pada hari ini Sabtu tanggal 27 Desember 2008, Dunia Islam berduka kembali setelah Teroris Israel La'natullah alaihi melakukan rangkaian serangan udara ke Gaza yang menyebabkan kurang lebih 205 orang syahid dan melukai 800orang lainnya. Informasi tersebut saya lihat di headline news di Metro TV, dalam berita itu nampak sekali orang-orang yang tak berdosa, saudara muslim Palestina gugur berjatuhan menjadi syuhada, bahkan nampak oleh mata saya 2 orang bocah yang terluka akibat gempuran udara yang membabi buta zionis biadab Israel dan mungkin masih banyak bocah-bocah kecil tak berdosa yang menjadi korban dari kekejaman tentara Israel pada serangan itu.

Segera setelah kejadian itu, Pemerintah Mesir mengeluarkan pernyataan mengutuk serangan yang dilakukan tentara Israel, kemudian disusul oleh Uni Eropa juga mendesak Israel supaya menghentikan serangan. Menurut saya, sejuta kutukan dari negara-negara Arab atau negara muslim lainnya tidak akan merubah keadaan tanpa ada dukungan nyata bagi saudara muslim di Palestina, sebab sejuta kutukan tiada artinya, bahkan tidak akan melukai sedikitpun walau sehelai rambut dari serigala-serigala tentara zionis Israel yang biadab itu, mungkin bagi mereka kutukan itu hanyalah omong kosong belaka yang hanya menjadi bahan tertawaan mereka.

Rakyat Palestina perlu dukungan nyata untuk melanjutkan perjuangan mereka untuk memperoleh kemerdekaan dan melepaskan diri dari cengkraman penjajah Israel. Berbagai upaya perdamaian dan gencatan senjata yang telah diusahakan tidak satupun membuahkan hasil, dan lagi-lagi yang menjadi korban adalah rakyat muslim Palestina yang tak berdosa. Namun demikian, jatuhnya korban tidak sedikitpun menyurutkan semangat perjuangan dari rakyat Palestina, karena bagi mereka hanya 2 pilihan, Kejayaan atau Mati Syahid.

Presiden PKS Tifatul Sembiring telah menyerukan kader dan simpatisannya untuk menyisihkan sebagian dana kampanye untuk mendukung perjuangan rakyat Palestina disamping beliau juga menyerukan agar Umat Islam di Indonesia melakukan Qunut Nazilah untuk mendoakan dan mendukung perjuangan rakyat Palestina. Menurut saya ini adalah seruan yang baik, yang seharusnya juga dilakukan oleh Pemerintah Indonesia, sebagai negara yang mayoritas penduduknya adalah muslim. Dan saya pun sebagai sesama saudara muslim juga senantiasa berdoa untuk kejayaan rakyat Palestina, dan sebagai bentuk dukungan saya terhadap perjuangan rakyat palestina malam ini saya menyebarkan SMS yang berbunyi :

"Pada hari ini Sabtu tgl. 27-12-2008 Teroris Israel La'natullah alaihi telah menyerang Saudara kita Muslim Palestina di Gaza yang telah mengakibatkan 205 orang syahid dan melukai 800 orang lainnya. Sebagai bentuk kepedulian kita sebagai saudara muslim, marilah kita berdoa dan terus mendukung perjuangan rakyat Palestina untuk memperoleh kejayaan atau kemuliaan syahid. Allahu Akbar...Allahu Akbar.. Allahu Akbar... sebarkan pesan ini kepada saudara muslim yang lain sebagai salah satu bentuk kepedulian kita kepada perjuangan rakyat Palestina...



09 November 2008

Selamat Jalan Mujahid


Malem ini sengaja gak tidur soalnya mau nungguin berita tentang eksekusi tiga terpidana mati Bom Bali I, Amrozi, Imam Samudra, dan Mukhlas alias Ali Ghufron. Trio Mujahid ini merupakan otak / pengatur rencana tragedy Bom Bali I di Legian, tepatnya di Padi’s dan Sari club pada tanggal 12 Oktober 2002 yang lalu. Tragedi yang menewaskan 202 jiwa dan melukai 305 orang ini sangat menggemparkan dunia, coz kebanyakan korban adalah warga Negara asing yang sedang berkunjung disana, khususnya warga Australia.

Setelah sempet beberapa kali batal di eksekusi, malem ini kayanya bakal kejadian nich eksekusi, coz menurut info di TV, telah dilakukan penjagaan yang ketat di sekitar Lapas di Nusakambangan bahkan di rumah keluarga Imam Samudra di Banten, dan Keluarga Amrozi dan Mukhlas di Lamongan. Dan menurut info juga, adik Amrozi malah datang ke Nusakambangan dengan membawa kain kafan untuk mengkafani kedua mayat kakaknya.

Lewat info Breaking News-nya TV One akhirnya berita eksekusi dilaporkan oleh reporter yang langsung ngeliput dari lokasi tempat kejadian, dan dia mengatakan dari informasi orang yang dapat ia percaya, tepat pada pukul 00.00 tanggal 9 Nopember 2008, trio terpidana mati Bom Bali itu telah dieksekusi di lembah Nirbaya oleh tiga regu tembak dari Satuan Brimob Polda Jawa Tengah. Inna Lillahi wa inna ilaihi roji’un. Semoga Allah mengampuni segala dosa mereka, dan menerima segala amal mereka…
Allahu Akbar...
Selamat Jalan Mujahid,
Selamat Jalan Kafilah Syuhada,
Janji Allah telah menanti…


“Senandung Mujahid”

Engkau lihat tubuhku kini terkapar
Bersimbah darah berbedah debu tanah
Kakiku remuk kepala poranda
Tak ada gerak dan tak ada nafas

Jangan kau kira aku ini mati
Jangan anggap aku telah tiada
Aku hidup di sisi Ar-Rahman
Dengan limpah rizki yang tiada henti