08 May 2009

Cahaya Iman

Keadaan manusia pada saat ini diibaratkan seperti seorang manusia yang berada dalam kamar yang gelap. Begitu gelapnya, sehingga apa bila dihadapannya diletakkan hal-hal yang dapat membinasakan dirinya seperti seekor ular berbisa ataupun kalajengking ia tidaklah merasa takut karena ia tidak tahu apa yang ada dihadapannya. Sebaliknya jika dhadapannya diletakkan hal-hal yang sangat berharga seperti emas, intan dan berlian, ia pun tidak akan merasa tertarik, karena ia tidak dapat melihat emas, intan dan berlian yang ada dihadapannya. Ketika ada secercah cahaya yang dapat menerangi kamar itu, maka segera kondisi akan berubah, ketika dengan cahaya itu terlihatlah apa yang ada dihadapannya, maka ia akan merasa takut jika dihadapannya ada ular yang berbisa atau kalajengking yang siap menerkamnya. Dan sebaiknya, jika dengan cahaya itu akan terihat oleh kedua matanya setumpuk emas, intan dan berlian, maka ia akan segera mengambilnya karena menganggap hal yang ada didepannya merupakan barang berharga yang tinggi dan mahal harganya.

Begitulah Ulama-ulama memperumpakan keadaan umat pada saat ini. Ketika tidak ada iman dalam hati seseorang, maka tidaklah ia merasa takut untuk melakukan hal-hal maksiat, hal-hal yang keji, hal-hal yang dilarang agama yang apabila ia melakukannya ia akan memperoleh hukuman berupa siksa dari Zat yang Maha Adil. Dan bila diperintahkan kepadanya untuk berbuat amal agama yang membawanya kepada kebahahagiaan yang hakiki, ia merasa tidak tertarik sama sekali. Baginya mengamalkan agama adalah perbuatan bodoh yang hanya membuang-buang waktu.

Namun akan lain halnya bila ada iman didalam hati seseorang, semakin banyak iman dalam hati seseorang, maka akan semakin manis ia merasakan nikmatnya ibadah, nikmatnya mengamalkan agama. Bangun malam kemudian ber-tahajud adalah hal-hal yang paling dinantikan, karena itulah saatnya ia ber-asyik masyuk dengan Rabb-nya, menumpahkan segala kerinduannya sebagaimana kekasih yang merindukan pujaan hatinya. Membaca kalam Ilahi adalah kenikmatan tiada tara, layaknya seorang kekasih yang sedang membaca surat cinta dari belahan jiwanya, penuh konsentrasi dan penuh penghayatan, sehingga kadang ia menangis dan terkadang kegembiraan terpancar dari wajahnya.

Iman dalam hati manusia tidaklah datang dengan sendirinya, harus diusahakan, sebagaimana uang yang ada dalam kantong. Semakin ia berusaha dan banyak mengorbankan waktunya untuk mengusahakan iman, maka semakin banyak iman yang didapatkan. Iman juga tidaklah sekedar ucapan dimulut, orang yang mengaku-ngaku dirinya beriman maka akan segera datang ujian, karena Allah tidak akan membiarkan seseorang itu mengaku beriman tanpa ujian, sebagaimana umat-umat terdahulu diuji.

Bersegeralah mengusahakan iman... Iman yang sebesar biji zarrah akan dihargai dengan surga yang luasnya sepuluh kali luas langit dan bumi. Usahakan iman selama hayat dikandung badan, sampai helaan napas terakhir pun haruslah diakhiri kalimat Iman, karena siapa saja diakhir hayatnya mengucapkan kalimah iman, maka telah dijaminkan baginya surga. Bagaimana bentuk usaha iman...? Usaha mendatangkan iman dalam hati adalah banyak membicarakan kebesaran Allah, "Fa aktsiiru min qouli La Ilaaha Illallah" begitulah Nabi Muhammad yang mulia mengajarkan kepada kita. Dalam setiap helaan nafas ingatlah Allah yang telah memberikan nikmat udara, dan pikirkan seandainya Allah menghentikan nikmat udara sebentar saja. Dalam setiap pandangan ingatlah kebesaran Allah yang telah menciptakan dan memelihara semua yang ada di tujuh lapis langit dan tujuh lapis bumi. Matahari yang besar diciptakan oleh Allah, dan semut yang kecilpun diciptakan Allah. Selalu lah memikirkan ciptaan-ciptaan Allah, dan pujilah Allah atas Ke Maha Besaran-Nya, Ke Maka Kuasaan-Nya, maka akan mendatangkan iman dalam hati, dan dengan iman inilah akan mendorong kita untuk mampu beramal agama. Wallahu a'lam Bis-showab...

4 comments:

orangapatiang said...

semoga cahaya iman itu selalu melingkupi kita semua...
amiinn

Bang Kritikus said...

betul papa, saya setuju dengan papa, rasanya setiap hari maksiat terus dilakukan, terus menerus mengejar dunia, malas ibadah, sehingga jauh dengan Alloh SWT. Mustahil rasanya kita masuk surga bila tanpa rahmat-Nya. tetap semangat papa.

Rakhmat said...

Cahaya iman memang harus selalu kita jaga, jangan sampai lepas dari diri kita, oleh sebab itu penting bagi kita untuk selalu Zikrullah.

Li said...

duh artikelnya bagus banget...
Hidup harus punya keseimbangan...^^