Showing posts with label Forex Trading. Show all posts
Showing posts with label Forex Trading. Show all posts

26 September 2011

Analisa Fundamental Keuangan Dunia (Part 2)

Sistem pertarungan ekonomi tahun 2011-2015

Nah, Ben Bernanke sudah mulai kehilangan daya upaya rupanya, dia mulai dah sengaja setiap bulan brbicara kalau ekonomi AS masih jauh dari sempurna. Membuat kecemasan, ketakutan, dan kepanikan. Dan rupanya Ben Bernanke sudah tahu jika sistem ekonomi yang ia terapkan tidak berhasil. Dia membuat rencana B jika rencana A tidak berhasil. Dia juga sepertinya tau bahwa antara tahun 2008-2010 akan terjadi krisis ekonomi, tapi dia tidak memperkirakan bahwa krisis akan terjadi di tahun 2008 sebegitu dashyat. Dia mulai dah memborong emas secara perlahan-lahan. Analis ane juga tidak tahu mulai dari kapan Bank sentral AS terus memborong emas, tapi kemungkinan mulai tahun 2007.. Ben Bernanke sebetulnya mau memperbaiki sektor industri yang lumpuh akibat terjangan krisis global. Tetapi apa daya, perilaku konsumtif warga AS dan lebih parahnya lagi China mempermainkan mata uang dan membuat biaya produksi ditekan serendah mungkin. Alhasil produk China laris manis bak kacang goreng di negeri Paman Sam. Sebetulnya jika produk China tidak masuk ke AS, industri AS akan pulih dengan cepat karena perilaku konsumtif tersebut. Jurus QE 1 dan 2 yang dilancarkan tidak berhasil, malah uang hasil QE 1 dan 2 bukan “ditaruh” di China dengan selisih suku bunga tinggi, tetapi malah dipakai untuk memuaskan nafsu konsumtif dengan membeli produk China yang murah meriah. Malah juga ditaruh untuk melakukan aksi spekulasi di bursa saham seluruh dunia dan komoditas. Ben Bernanke terpaksa deh melemahkan terus mata uangnya dengan ucapan-ucapannya, agar dollar AS melemah, ekspor meningkat, dan yang pasti barang China menjadi lebih mahal. Ben Bernanke juga membuat suatu pernyataan bahwa Ekonomi As ke depan bakal suram lah, belum pulih lah, dll.


Maka Pemerintah AS mempergunakan jurus lain. Mungkin, mungkin lho ya gan, Pemerintah AS mempergunakan media cetak dan elektronik yang menyatakan bahwa ekonomi China itu kuat sekali, OKB bertambah banyak, bla...bla...bla. Gunanya apa sih gan....?? ya supaya China dan negara BRIC lainnya, serta negara berkembang lain yang masih bertahan diserbu dana panas dari seluruh penjuru dunia. Coba agan pikir, media cetak dan elektronik asal AS mengangung-angungkan keberhasilan ekonomi bangsa lain , sedangkan AS sendiri masih merupakan super power ekonomi, aneh sekali bukan...??, sama seperti seorang karyawan mengaung-angungkan perusahaan lawan dihadap boss-nya sendiri. Mungkin saja media AS dibayar oleh Pemerintah AS untuk berbicara menegnai hal itu.

Jerman juga sebetulnya mulai emosi dengan AS yang secara agresif menurunkan mata uangnya. Ini tidak bisa dibiarkan saja. Maka Jerman memutuskan untuk menjadikan Yunani sebagai pion dalam catur. Sebetulnya ini merupakan akal-akalam politik saja kalau boleh ane berpendapat. Yunani itu sebetulnya harus sudah keluar dari mata uang Euro sejak dahulu. Ya hampir sama nasibnya seperti Irlandia yang didepak. Tapi Jerman tidak mau menyia-nyiakan hal ini. Kasihan dong kalau dibuang begitu saja tanpa ‘dimanfaatkan dahulu”. Dan mengapa Yunani terus yang menjadi sorotan, padahal kan ada Italy dan Spanyol yang hampir sama parahnya. Ingat gan, kan Yunani negara kecil, jadi Yunani kalau keluar dari Uni Eropa kan pengaruhnya kecil. Bandingkan dengan Spayol dan Italy. Dan pada waktu Ben Bernake berbicara waktu Kamis pagi, sebetulnya dia mau buat kebijakan atau pernyataan yang membuat dollar AS melemah, tapi kok malah mengeluarkan jurus baru, yang ane sendiri sampa tertawa, dan ternyata menurut pendapat analis ane Ben Bernanke takut setengah mati bila Jerman mengeluarkan sebuah pernyataan yang membuat panik pasar tentang kondisi Yunani yang sudah berada di tangan Jerman tersebut. Lha, kan Jerman pemegang surat utang Yunani terbesar. Dalam kata lain, Jerman meng-gertak AS jika Ben Bernanke mau turunkan dollar lagi. Apalagi pertumbuhan ekonomi Jerman dan Perancis merosot tajam, gara-gara permainan mata uang yang menyebabkan nilai ekspor mereka turun, dan terjadi gonjang-ganjing inflasi. Ane jamin kalau Jerman melakukan hal itu maka harga emas akan turun sangat tajam bahkan bisa langsung terjun ke $1.400 dan Euro ke level 1,1xx. Orang-orang Eropa akan memborong dollar yang sangat banyak, dan pada akhirnya defiit perdangan semakin tinggi. Ben Bernanke sebetulnya mau menghancurkan China tetapi malah Uni Eropa kena getahnya. Ceritanya akan berbeda lagi jika AS dan Uni Eropa memakai mata uang bersama.

Nah, China pintar juga memanfaatkan keadaan rusuh AS-Eropa, dengan membeli surat utang Italy. Kan jadinya Uni Eropa sungkan tuh kalau mau menghancurkan ekonomi China. China bak makaikat penolong di tengah krisis “adu tak-tik perang ekonomi”. Nah Ben Bernanke telat 1 langkah, lalu Ben Bernanke cari muka juga untuk menawarkan bantuan ekonomi agar ekonomi Eropa tidak bangkrut. Agan tahu kan ada 5 bank sentral yang menawarkan bantuan ekonomi, yaitu Bank Sentral AS, Jepang Swiss, Inggris, dan Uni Eropa, sama juga tujuan mereka yaitu mencari muka. Dan selain mencari muka juga, sebetulnya ke-5 bank sentral tersebut (selain Uni Eropa) takut jika ekonomi Eropa dilanda kepanikan luar biasa, karena investor Eropa tidak segan-segan untuk langsung membeli seluruh mata uang dari ke-5 negara tersebut sebagai “tempat pelarian sementara”. Nah, Euro bisa langsung terjungkal ke 1.0xx terhadap dollar.

Negara China juga rupanya ada masalah yang sangat serius di bidang ekonomi-nya. Agan tahu kan jaman Soeharto dulu, apa-apa murah, dan banyak sekali proyek-proyek prestisius yang ane anggap kurang perlu, sedangkan di bidang pendidikan dan pengembangan teknologi kurang diperhatikan. Tapi bedanya di China teknologi merupakan teknologi tiruan, pesawat ditiru, apa-apa ditiru. Pemerintah China membuat proyek-proyek fasilitas umum dan tempat tinggal berupa rumah dan apartemen yang sangat banyak jumlahnya.

Tapi yang membedakan Pemerintah China dengan Soeharto adalah mereka itu komunis sejati. Segala sesuatu yang merusak, atau mencemarkan nama baik negara dan pemerintahan harus segera “disingkirkan”, biarpun itu merupakan sebuah fakta yang mengandung kebenaran. Salahnya Pemerintah China itu, dan yang paling fatal dan beresiko tinggi terkena krisis ekonomi adalah dengan memberikan pinjaman dana ke daerah-daerah untuk didirikan segala fasilitas publik, seperti stadion, tetapi mereka buat stadion yang sangat megah. Ya, sangat megah tetapi didirikan di tempat yang menurut ane kurang pantas didirikan stadion di situ. Proyek-proyek perumahan dan apartemen yang terus menerus dibangun dengan sangat anat banyak, sehingga ekonom AS (maaf ane lupa namanya gan) pernah berkata tentang bahaya akan terjadi. Dia berkata (ane terjemahkan ke dalam bahasa Indonesia),”Pasar property China itu 1.500 kali lebih parah dari Dubai. Mereka terus membangun apartemen dan rumah, tetapi mereka tidak menghitung seberapa yang akan laku dari apa yang telah mereka bangun”. Selain itu, antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Pdaerah seperti “utang dalam saudara kandung”. Jadi jika Pemerintah Daerah gagal mengembalikan pinjaman dari Pemerintah Daerah, maka Pemerintah Pusat akan mengampuninya. Atau dengan kata lain, kasih dah.... . Wah, itu sangat berbahaya, dan nanti ada kecenderungan daerah untuk membangun suatu proyek yang tidak perlu, dan biaya pembangunan-nya di mark up, kemudian masuk kantong deh..., lalu bilang saja kalau proyek yang dilalankan gagal, selesai masalah kan...??, padahal itu uang pinjam dari Pemerinah Pusat.
Selain itu, tanda-tanda kehancuran ekonomi China ditambah dengan dana asing yang berasal dari investor AS yang mulai percaya dengan ketangguhan ekonomi China. Yah, jadinya rencana AS sukses besar. Lihat saja cadangan devisa China itu sebesar $3,2 triliun. Nilai itu sangat besar jika dibandingkan nilai neraca perdangangan yang hanya berkisar $200 milyar di tahun 2010.
Para ekonom-ekonom AS juga membuat pernyataan bahwa ekonomi China akan mengalahkan AS di tahun 2025, ada yang bilang di tahun 2030,...bla....bla....bla. Untuk ke sekian kalinnya ane tertawa gan. Gimana ngak tertawa coba, seorang ekonom yang dia lahir dan memiliki warga negara AS bilang ekonomi China bakal mengalahkan AS. Sama seperti si A adu balap sepeda gunung dengan si B, lalu si A bilang, “nanti kamu bisa mengalahkan aku di tikungan ke-3”. Kecuali kalau si A mau merencanakan sesuatu dengan si B, itu baru masuk akal bukan. Yah, jadinya gelembung hot money China bakal semakin besar dan terus membesar. Seandainya China melepas obligasi AS maka tentu akan merugikan China karena buat apa dana cadangan devisa mereka yang segitu banyak mereka diamkan saja, walau bunga obligasi AS sangat kecil, tidak sebanding dengan bunga obligasi China. Lalu yang paling bahaya juga jumlah kredit yang telah disalurkan pada tahun lalu sangat tinggi, mungkin ane bilang terlalu tinggi dengan kondisi ekonomi global yang belum pulih sepenuhnya dari krisis ekonomi. Jumlah kredit yang mereka salurkan mencapai $1 triliun di tahun 2010, dan bank-bank di China gampang saja memberikan kredit kepada nasabah dan perusahaan. Hal itu akan terjadi kredit macet yang sangat besar di kemudian hari jika tingkat ekspor melemah dan inflasi yang sangat tinggi. Analis ane perkirakan akan terjadi kredit macet antara tahun 2013-2015.

Jika China hancur ekonomi-nya, yang pasti Australia juga bakalan hancur karena ekspor batu bara tidak ada yang membeli. Indonesia juga karena eksport batu bara dan minyak sawit bakal berkurang permintannya. Tetapi yang menjadi persoalan terbesar, adalah itu perusahaan-perusahaan besar dari seluruh dunia sudah merencanakan dan bahkan ada yang sudah melaksanakan ekspansi bisnis di China, termasuk perusahaan General Motor, dan City Bank. Jadi, apakah AS melakukan aksi bunuh diri....??, I don’t know.

Analisa Fundamental Keuangan Dunia


Intermezo 2008-2010

Waktu krisis keuangan tahun 2008, segala sendi ekonomi AS hancur lebur tidak tersisa. Para investor membuat spekulasi yang berlebihan tentang harga minyak, sehingga harganya sangat meroket secara tajam. Tahun 2011 juga terjadi hal yang demikian dengan investasi emas. Analis ane berpikir emas tidak akan selamanya menjadi pelindung saat krisis. Buktinya hari Jumat lalu (23/09/2011) emas turun tajam. Analis ane sangat bingung kok harga emas sampai bisa meroket sebegitu tingginya. Sedangkan agan-agan coba berpikir, mana yang lebih utama dan lebih penting :emas atau minyak atau beras, di saat krisis ekonomi nanti sedang mencapai puncaknya, di mana orang membutuhkan uang tunai cukup besar untuk membelanjakan barang-barang yang “lebih penting”, dan harus berkutat dengan inflasi yang naik dan nilai mata uang yang jatuh...??. Sangat tidak masuk akal bukan jika krisis orang-orang membeli emas, padahal harga beras dan bahan makanan lain mulai merangkak naik...??, justru saat krisis “seharusnya” harga pangan jauh lebih tinggi daripada emas bukan...??, tapi kenyataannya...??, agan bisa menangkap pesan ane bukan...??, Ane pernah baca di buku ekonomi anak ane bahwa ada seorang perepuan Brazil yang lolos dari krisis keuangan Brazil tahun 1988 dengan menarik seluruh uangnya di bank, dan melakukan “investasi” dengan membeli sebanyak mungkin bahan pangan karena nilai mata uang Brazil saat itu tiap jam jatuh terus, dan tiap setengah hari harga pangan melonjak terus. Inilah yang paling ditakuti analis ane. Counter attack yang sangat cepat dan brutal. Dan ini bisa sangat mungkin terjadi di di sebuah negara yang menurut kita tidak mungkin terkena krisis ekonomi, yaitu USC (United States of China). Negara di mana sistem ekonomi yang diterapkan persis seperti jaman Soeharto. Kita dulu yang telah hidup di tahun 1990 tentu merasakan kesuksesan ekonomi Soeharto, dan tidak pernah berpikr jika 8 tahun lagi semuanya akan berakhir bukan...??. Ini bukan masalah korupsi Soeharto saja, tapi sebuah pernyataan bahwa yang terpenting dari sebuah negara adalah bagaimana mengetahui serangan politik dari negara lain. Politik...??, yah, hanya politik,politik dan politik saja. Dari politik, menghasilkan anak yang namanya “kepentingan”. Peta ekonomi dunia saat ini terbagi dalam 4 kekuatan utama, bukan lagi kekuatan G20 atau G7, karena banyak sekali kepentingan politik-nya, sehingga sulit sekali untuk mencapai keputusan bersama.
- AS dan Jepang( Jepang sudah memprihatinkan kondisi ekonominya)
- BRICS (dipimpin China)
- Uni Eropa dan Inggris
- Negara timur tengah (negara yang menghasilkan minyak dan gas alam)

Negara lain selain disebutkan di atas, seperti Swiss, Singapore, Australia, Korea Selatan, dan negara-negara lain yang memiliki daya saing tinggi atau memiliki industri yang strategis dan bertaraf global hanya mengkuti arus saja, dan hanya mau mengusai dan pempertanahakan bisnis perusahan mereka saja. Untuk negara berkembang seperti India, analis ane tidak memasukkan karena kurang memiliki daya saing dan pendapatan per kapita India masih rendah sekali. Indonesia juga tidak dimasukkan karena.........(tolong di isi ya gan apa prestasi daya saing ekonomi kita?, perlindungan hukum tidak jelas...??, oh itu bad news, birokrasi ribet...??, oh no..., korupsi..?? ini lagi.....) . Oke yang pasti Indonesia masih banyak yang harus dibenahi.

AMERIKA DAN JEPANG
Ane sebut AS dan Jepang karena kedua negara ini selalu memiliki kaitan bisnis. Hanya industri otomotif, elektronik, dan teknologi saja yang saling besaing. Sisanya, mereka bisa saling mengisi. AS sudah 2 kali membuat QE. Dana $1,2 triliun yang digelontorkan ke pasar, berharap untuk memulihkan kondisi ekonomi. Tapi analis ane menangkap pesan lain. AS mau mengancurkan Chia, seperti kehancuran Indonesia dengan hot money-nya. Tapi yang membuat sial adalah dana tersebut malah ditempatkan di Uni Eropa, bukan di Asia. Mereka masih trauma jika Asia krisis ekonomi karena dana mereka begitu banyak dan resiko investasi yang lebih tinggi dari Uni Eropa. Dan mengapa Ben Bernanke membuat stimulus yang berlebihan dan begitu besar hanya untuk menyelamatkan ekonomi AS jangka pendek...??. secara teori krisis ekonomi AS sebetulnya sedah berakhir tahun 2009 lalu. Tapi Ben Bernanke “lupa” bahwa warga AS punya optimisme yang sangat tinggi terhadap perbakan ekonomi AS. Apalagi awal tahun 2009 Presiden Obama menjabat sebagai presiden dengan janji-janji untuk memperbaiki ekonomi yang suram. Nah, Ben Bernanke kecolongan bahwa rakyat AS yang begitu percaya diri untuk keluar dari krisis. Apa-apa dijamin, kesehatan dijamin oleh negara, bahkan ketika mereka menggangur-pun dijamin negara dengan diberikan uang. Maka terjadilah apa yang disebut konsumerisme berlebihan. Padahal daya beli mereka sebetulnya turun, jadi seharusnya mereka mengurangi apa yang inginkan, dan memebeli yag mereka butuhkan, karena keinginan manusia itu tidak terbatas.
Ane pernah baca majalah ekonnomi yang memperlihatkan tahun lalu, bahwa ada sekeluarga dari AS menghabiskan uang mereka, berlibur ke Hawai, padahal mereka mengganggur dan mereka tidak tahu apa yang terjadi besok. Mereka mempergunakan uang pengganguran dari Pemerintah AS. Ketika wartawan bertanya,”Apa anda seeluarga tidak takut dengan apa yang telah anda lakukan...??”, jawab mereka enteng saja gan, “Kami percaya kepada negara kami, kami percaya krisis akan segera berakhir”. Selain itu banyak yang mengantri membeli iPad 1 di sebuah pusat perbelanjaan dan mereka rela menunggu selama berjam-jam hanya untuk membeli iPad. Yang benar saja, katanya krisis ekonomi, penggaguran di mana-mana tapi gaya hidup masih sama seperti sebelum krisis. Nah, ditambah lagi gaya hidup orang AS mirip sekali dengan orang Indonesia. Mereka membeli sesuatu yang sebetulnya tidak perlu, sebagai ganti-nya mereka hanya membeli barang-barang murahan untuk keperluan sehari-hari untuk mengurangi biaya gaya hidup mereka, seperti membeli pasta gigi, dengan melihat harga yang paling murah, bukan berdasarkan kualitas. Nah, inilah yang dinantikan negara China. Kesejahteraan yang sebetulnya menurun, tapi dipaksakan untuk membeli sesuatu yang wah, tetapi mempertimbangkan biaya untuk kebutuhan sehari-hari dengan harga murah. China langsung menyerang dengan mengirim barang-barang kebutuhan sehari-hari yang murah meriah. Maka laris-lah barang-barang China, ditambah kurs Yuan dipermainkan Pemerintah China, maka membuat harga jauh lebih murah lagi. AS tahun 2010 mengalami kalah dangang sebear $ -561 miliar, sedangkan China untung $ 272 miiar.

Uni Eropa dan Inggris
Uni Eropa juga menyadari bahwa warganya mengkuti “jejak” AS. Maka tahun 2009 akhir Bank Sentral Uni Eropa mengingatkan bahwa akan terjadi krisis di masa yang akan datang. Bank sentral Eropa sebetulnya memberikan seuatu pesan bahwa,” eh, kamu jangan konsumtif terus dong, investasi, investasi”. Dan lagi-lagi cara pandang investasi orang Eropa sama dengan AS bahwa mereka terlalu takut dan kurang percaya dengan kemampuan ekonomi negara berkembang. Jadi mereka taruhlah dana invest mereka di AS, walau ada juga yang di negara China, tetapi perusahaan-prusahaan besar asal Eropa segera untuk melakukan ekspansi bisnis secepat mungkin ke China, atau bahkan membuat atau memindahkan di China, soalnya biaya produksi jauh lebih murah di China. Maka jangan heran banyak pengangguran di Eropa.

BRICS
China sebetulnya tahu akan sepak terjang Pemerintah AS dan Eropa. Jadi pada tahun 2009 juga meluncurkan stimulus ekonomi yang jumlah ane lupa, kira-kira $700 miliar kalau dijadikan dollar AS. Orang Tiongkok yang ada di negara Tiongkok sana memiliki sidat jarang memhambur-hamburkan uangnya. Perintah Tiongkok berharap dana stimulus itu “parkir” di AS atau Eropa. Tapi yang terjadi malah uang stimulus justru malah “parkir” di negara-nya sendiri. Loh kok bisa...?? ya bisa kan suku bunga China jauh lebih tinggi dari AS dan Eropa, dan China juga tahan terhadap krisis ekonomi beserta dengan India dan Indonesia. Prospek ekonomi China jauh lebih baik, jadi buat apa investasi di negara lain....??. Jadinya ekonomi China sempat meloncat ke angka 11,9% tapi inflasi juga meloncat tinggi. Pada akhirnya Pemerintah China memberlakukan pengetatan ekonomi untuk sementara waktu untuk menurunkan inflasi. Negara lain di luar China masih berkutat dengan krisis ekonomi global (kecuali India yang berhasil lolos).

Timur Tengah
Nah ini spesialis minyak dan gas juga memiliki andil yang cukup besar di percaturan ekonomi dunia. Tapi negara ini membuat sedikit kecewa AS karena di tahun 2010 harga minyak sudah melaju kencang dan tidak sesuai dengan hukum permintaan dan penawaran yag terjadi. Ini akibta ulah para spekulan minyak, tapi para anggota OPEC menolak dengan tegas untuk menaikkan produksi agar harga turun karena daya beli ekonomi global masih melemah, dikhawatirkan akan menaikkan inflasi global. Tetapi OPEC tetap tidak mau menaikkan, dengan alasan menyalahkan para spekulan, padahal sebetulnya mereka lebih nyaman dengan adanya spekulan dan produksi yang tetap karena harga jual jadi jauh lebih tinggi.

bersambung....(pertarungan ekonomi 2011 - 2015)


13 February 2011

Akun Forex Tanpa Deposit alias Gratis

Aloha sobat blogger.... lama tak bersua, hehehe.... dah lama banget nich emang gak bikin postingan di blog ini... kalo ngeliat tanggal postingan terakhir sebelum postingan ini.... berarti udah 1 tahun blog ini gak pernah ada postingan dari yang empunya... kasiyan banget yach.... kaya rumah kosong... hehehe... tapi yang saya heran, lama gak diurusin ternyata blog ini PR Google-nya naik lho, jadi PR-3... alhamdulillah... saya juga gak ngerti kok mbah Google berbaik hati naikin Page Rank blog saya yang sangat sederhana ini.

Bai de way... kalu kata mr. Tukul, ngemeng-ngemeng... selama 1 tahun gak nge-blog kesibukan saya selain bekerja seperti biasa, juga saya habiskan waktu untuk belajar nyari duit di dunia maya dengan belajar trading forex, dan selama hampir 1 tahun belajar trading forex... alhamdulillah saya telah merasakan Loss sebesar 300 dolar... hehehe... kok bisa yach... yach bisa lah... khan gak mudah orang trading forex.... apalagi belum punya sistem yang bagus dan Money Management yang baik.... karena saya gak mau kehilangan modal lagi, akhirnya untuk belajar trading forex saya menggunakan akun forex gratisan... iya gratisan.... jadi walopun trading loss tetep gak ngabisin uang tabungan or uang gaji kita.... akun gratisan ini cocok banget nich buat newbie trader macem saya ato mungkin trader-trader forex yang minim dana.... nach berikut infonya....

Dana Forex Gratisan dari Forum Indo MT-5

Dari forum forex ini kita bisa mendapatkan bonus 0,15 dolar setiap kali kita membuat postingan (komentar) di forum ini, bonus akan diakumulasi tiap bulan dan akan dibayar langsung masuk ke akun trading kita di broker insta forex setiap tanggal 5 s.d. 10 pada bulan berikutnya.... Lumayan khan... coba aja kita itung kalo sehari kita bisa buat 10 postingan di forum terus dikalikan sebulan alias 30 hari, bulan depan kita dapet dana buat trading 45 dolar... lumayan khan... dari pada lu manyun.... nach yang mau dapet bonus per posting silahkan daftar disini

Trading Tanpa Deposit dari Robo FX

Kalo yang ini kita akan dapet 5 dolar waktu kita mendaftar di broker ini, namanya welcome bonus, gak pake ribet dech... setelah daftar, download meta trader, langsung 5 dolar masuk ke akun trading kita... kalo kita profit langsung juga bisa di tarik, pengalaman ane, sehari setelah daftar ane profit 4 dolar, coba-coba ane tarik ke akun LR ane... ech besoknye ane tengok akun LR ane, udah masuk tuch profit ke akun LR... mantab dach... monggo daftar dimari sebelum promonya abis....

Welcome Bonus dari NordFX

Mau 8 dolar gratis buat trading gan... daftar disini, dijamin langsung dapet bonus tanpa ribet... nanti pas daftar pilih jenis akun tradingnya welcome yach.... cuman disini saya belum sempet Withdraw profit saya bcoz belum sempet upload dokumen... tunggu banyak aja dulu dech... buruan gan yang mau daftar.... disini

Free Welcome Bonus 10 USD dari FxOptimax

Bonus tahun baru 2011, FxOptimax meluncurkan promo welcome bonus 10 dolar, silahkan daftar disini. Cuma agak ribet, sebelum kita dapet bonus kita kudu opload KTP or ID Card dulu sebelum di approve... terus trading agak ketat dengan leverage 1:400, and yang bikin ribet lagi WD-nya harus nunggu kita trading 2 lot or 200 kali trading dengan nilai 0.01 dolar. Monggo dach yang mau ribet ke TeKaPeh

Oke brader... sekian dulu info akun forex gretongan dari ane, ntar kalu ada yang gratis or free lagi ane share lagi..... happy trading....